Pengurus P3AI UTU Temui Ketua UP3AI Unsyiah

MEULABOH – Pengurus Program Pengembangan Pendidikan Agama Islam (P3AI) Universitas Teuku Umar (UTU) melakukan studi banding ke Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (P3AI) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, 17 Juni 2017.

Studi banding dimaksud untuk memperoleh masukan dari UP3AI Unsyiah sebagai bahan perbandingan bagi pengurus P3AI Universitas Teuku Umar untuk diterapkan pada mahasiswa UTU yang pelaksanaannya akan dimulai semester ganjil tahun 2017 ini. Penerapan P3AI bagi mahasiswa Unsyiah telah dimulai sejak tahun 2000, dan hingga saat ini program P3AI itu telah menjadi kewajiban bagi setiap mahasiswa Unsyiah, kecuali bagi mahasiswa non muslim.

Ketua Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Ustaz Fathurrahmi, S.Si, M.Si, didampingi Stafnya Wendi, dapat ditemui dan berbincang-bincang dengan anggota P3AI Universitas Teuku Umar. Pertemuan tersebut khusus membicarakan seputar metode dan langkah-langkah untuk penerapan program P3AI bagi mahasiswa.

Ustaz Fathurrahmi menjelaskan, pelaksanaan program P3AI Unsyiah diterapkan kepada mahasiswa selama setahun untuk 2 semester. Materi P3AI yang diajarin dan diterapkan kepada mahasiswa adalah pengetahuan dasar keislaman mencakup tauhid, syahadah, `iktikad, dan fardhu kifayah. Dengan cara, pada semester pertama materinya khusus baca al-Qur`an termasuk mengajarkan metode ikra`.

Sedangkan pada semester kedua, materi yang diajarkan adalah praktek ibadah, fardhu kifayah, syahadah, dan mentoring dengan sistim pendampingan yang dibimbing oleh mahasiswa yang sudah senior sebagai asisten yang telah ditunjuk berdasarkan hasil rekrutmen.

“Sebelum membimbing mahasiswa, para asisten kita bekali lebih dahulu, kita mantapkan dulu sehingga ketika mereka membimbing mahasiswa telah siap dan memilki pengetahuan untuk diteruskan kepada mahasiswa”, ujar ustaz Fathurrahmi yang juga sebagai dosen FMIPA Unsyiah.
Sistem penerapan P3AI bagi mahasiswa Unsyiah dikelompokkan. Satu kelompok dibimbing oleh satu orang asisten dengan jumlah mahasiswa 10 orang setiap kelompok. Sampai hari ini, 600 orang lebih jumlah asisten pada P3AI Unsyiah.
Ustaz Fathurrahmi menyebutkan, praktek mentoring itu adalah seputar masalah ibadah, memberikan pemahaman tentang islam termasuk pemahaman tentang mazhab, menangkal aliran sesat, terkait dengan paham radikalisme yang harus dikikis habis. “Bagi mahasiswa Unsyiah, P3AI ini sudah menjadi wajib diikuti oleh mahasiswa, tidak boleh ada yang protes. Penerapan program P3AI ini sesuai SK Rektor. Yang tidak ikut program P3AI, mahasiswa tidak lulus mata kuliah pendidikan agama, karena nilai dari P3AI diambil 50 persen dan nilai mata kuliah pendidikan agama 50 persen dan kepada mahasiswa yang lulus akan diberikan sertifikat sebagai tanda sudah selesai mengikuti P3AI.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya